Sunday, December 11, 2011

Mati Rasa

"Life is never flat" - Sebuah pernyataan yang terkadang membuatku iri karena mayoritas orang pasti merasa seperti itu,dimana kehidupan mereka selalu terwarnai oleh warna-warni kehidupan,termasuk masalah yang timbul karena kedekatan personal mereka dengan orang lain yang ikut serta mewarnai keseharian mereka.Sedih melihat mereka semua,teman-temanku seolah benar-benar memaknai hakikat mereka sebagai makhluk sosial untuk membutuhkan satu sama lain secara menyeluruh,terutama secara psikologis.
Bukan berarti aku tidak membutuhkan orang lain namun seringkali kebutuhan itu timbul untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar seperti kebutuhan terhadap petani yang senantiasa memproduksi beras untuk dijadikan nasi,guru untuk memberikanku ilmu agar bisa meraih ambisi,dan lain lain.

Terkadang aku berpikir kenapa teman-temanku bisa saling menceritakan masalahnya personalnya ? dan bahkan itu terjadi hampir setiap hari,sedangkan aku merasa kehidupanku ya datar-datar aja,hanya berbincang jika ada yang perlu diperbincangkan,sekedar tertawa tapi tidak berisi,dan ya... itu terasa seperti kamuflase,kamuflase supaya semua terlihat normal,terlihat tidak individualis tapi nyatanya semua itu terasa kosong ! dan seringkali aku menggunakan jejaring sosial hanya untuk berbagi perenungan-perenungan yang bisa dibilang "sok bijak",tapi yang menyedihkan lagi aku melakukan itu karena memang tidak ada lagi yang bisa aku bagi dengan orang lain,semuanya kosong,kosong,kosong...bahkan lucunya lagi aku sering merekayasa masalahku untuk bisa diceritakan kepada lain,supaya bisa berdialog secara personal,hah topeng..


Oh ya,aku juga sering punya masalah dan masalah itu selalu sama dan selalu berulang,masalah akademis,organisasi,masalah yang hanya berkaitan dengan ambisi .. bukannya aku tidak bersyukur atau gimana tapi jujur ingin sesekali aku menceritakan sebuah masalah personal,mungkin cinta ? yang bisa aku bagi dengan orang lain,yang bisa membuatku lebih punya kedekatan personal dengan orang lain,menjadi sahabat yang sebenarnya,apa ada yang salah denganku ? apakah aku terlalu mati rasa memaknai kehidupan ini ?
Aku akui bahwa sebutan yang orang-orang berikan padaku itu benar,polos. Sekarang aku mengerti kenapa mereka menyebutku seperti itu,karena memang terlalu banyak hal-hal tersirat yang tidak bisa aku buat tersurat,hey ! sudah 17 tahun aku menginjakkan kaki di dunia ini,tapi apa yang sudah aku pelajari tentang kehidupan ini ?

Dan aku benci arogansiku,salah satu hal yang menghambatku untuk memberikan sebuah "acceptance" untuk orang lain,aku terlalu arogan untuk mendengarkan pendapat,kritik,dan saran yang mereka berikan,itu salah satu alasan kenapa aku jarang sekali menceritakan masalahku pada teman-temanku,karena seolah-seolah setiap ucapan yang mereka berikan dengan tulus sebagai solusi sudah pernah menjadi perenunganku sebelumnya,hingga semua berakhir pada diriku sendiri untuk menyelesaikan masalahnya,dan banyak sekali yang menyamangatiku ketika aku jatuh,tapi menyedihkan sekali bahwa aku sama sekali tidak merasakan efek apapun dari semangat itu,aku takut individualitas seperti itu terus menerus berkembang tanpa akhir hingga pada akhirnya aku menghabiskan masa tuaku sendiri dan tidak ada yang peduli pada kepergianku...

Dan paling parah lagi aku sering bingung untuk mengekspresikan sebuah emosi yang berujung pada kekakuan saat berinteraksi dengan orang lain,tidak sedikit yang bilang bahwa aku kurang tegas,tapi argumentasiku hanya satu,aku bingung,bingung bagaimana harusnya bertindak,bagaimana bertindak tegas kepada orang lain tanpa terkesan memarahi ?  kadar emosi seperti apa yang harus diberikan ?
It feels that there's something missing

yah,hanya berharap psikologi bisa menjadi ilmu yang bisa memberikan mediasi atas apa yang aku rasakan hingga 17 tahun aku hidup.

-Bimo S

0 comments:

Post a Comment