Sunday, October 16, 2011

Psikologi sebagai Prospek

Untuk mengisi kekosongan blog ini akhirnya saya memutuskan untuk mengshare mengenai rencana jangka pendek saya yang insya Allah sudah matang,yaitu memilih mendalami ilmu psikologi dalam kancah perkuliahan,tidak peduli dimanapun PTNnya,yang pasti jurusannya harus psikologi


Banyak teman-teman yang bertanya mengapa saya memilih dan hanya memilih psikologi sebagai pilihan,dan sebenarnya hasrat yang meruncing pada ilmu ini sudah dirasakan sejak saya kelas 7 (1 SMP),bahkan pada umur sedini itu saya sudah menuliskan dengan jelas mimpi saya untuk menjadi psikolog dan mampu memberikan argumentasi yang objektif tentang mimpi saya itu,awalnya mungkin cuma sekedar tertarik secara garis besar saja,psikologi - mempelajari keadaan jiwa manusia-selesai,tapi ternyata ketika mencoba mendalami ilmu itu secara nyata banyak hal menajubkan di setiap aspeknya dan menyadarkan bahwa apa yang kita rasakan sehari-hari dan bagaimana kita berinteraksi beserta konflik didalamnya,semuanya adalah pola kompleks yang dapat kita pelajari,menarik bukan ?
Dan sangat disayangkan jika memilih psikologi hanya karena keinginan untuk berkuliah di jurusan yang bergengsi,karena ilmu psikologi jauh lebih dari itu

Lalu bagaimana dengan prospek kerjanya nanti ? ya,mungkin tidak banyak prospek kedepannya yang bersangkutan dengan ilmu psikologi,terutama kalau hanya sekedar lulusan S1 (non-spesialis),tapi bukankah ketika kita ingin bekerja dimanapun ada hal penting lain selain sertifikasi akademis yang kita dapatkan ? yang bisa kita sebut sebagai EQ atau kemantapan kepribadian dan softskill , itu salah satu hal yang bisa jadi rekomendasi primer juga ketika kita ingin terjun ke masyarakat nanti , dan memang psikologi mampu membantu kita mengeksplorasi internal diri kita dan melakukan perubahan instrospektif secara mandiri sehingga aplikasi dari psikologi jelas dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari

Saya juga ingin menjelaskan beberapa keuntungan ketika kita mampu menguasai dan menerapkan ilmu psikologi :

1.Mendewasakan pola pikir

Ketika kita mampu mengenali situasi dan bagaimana seharusnya bertindak,sudah jelas bahwa hal tersebut adalah suatu bentuk kedewasaan,bagaimana kita mampu memahami dan mengerti pembedaan apa yang harus kita lakukan pada setiap individu tanpa merubah jati diri kita dan bahkan mampu merubah paradigma orang-orang di sekeliling kita

2.Self-Recovery

Dengan mengenali diri kita sendiri jelas bahwa kita pasti punya kemampuan untuk menghindari konflik batin dan lebih memahami bagaimana menyelesaikan permasalahan sugesti atau monolog negatif yang seringkali merusak batin kita,karena seringkali masalah timbul dari prasangka kita sendiri

3.Toleransi Karakter

Toleransi,sepenting itukah arti sebuah toleransi ? sangat penting,misalnya dalam sebuah lingkup pergaulan terdapat diversifikasi karakter yang amat beragam dan bayangkan saja jika kita menuntut sebuah keseragaman (homogen) dalam pergaulan,yang terjadi hanyalah konflik,penolakan,tapi dengan memahami karakter dan stereotype kita akan lebih mampu memberikan pemakluman dan mengerti bagaimana caranya berinteraksi dengan setiap orang

4.Problem Solver

Bahkan orang yang serba berkecukupan dan memiliki kelapangan rezeki seringkali merasakan depresi,frustasi dalam menjalani dinamika kehidupannya,dan bahkan tidak sedikit yang berputus asa bahkan bunuh diri ketika menghadapi stress yang berlebihan,dan terinspirasi dari Kak Bona (Alumni psikologi UI),Memecahkan masalah orang lain juga bisa menjadi lahan beramal dan betapa indahnya ketika orang yang sudah tidak mampu lagi meneruskan hidupnya beserta seluruh kepahitannya menjadi mampu bangkit dan menemukan solusi dari dirinya sendiri,Dan itu salah satu hal kenapa psikologi bisa jadi ilmu yang sangat berharga

Sekian saja post blog kali ini,mudah-mudahan bisa menjawab keraguan teman-teman yang sekiranya mau meneruskan perkuliahan di bidang psikologi dan menjawab juga buat orang-orang yang seringkali bertanya mengapa saya hanya memilih psikologi sebagai prospek saya


END

0 comments:

Post a Comment