Tuesday, August 23, 2011

Hedonisme

Hedonisme, suatu istilah yang tidak asing lagi di telinga masyarakat luas, dan bisa dibilang ini fenomena umum yang kerap menjadi permasalahan moral remaja bahkan orang "keburu" tua (Penuaan umur tanpa disertai pematangan karakter) akibat fanatik terhadap kemewahan & kenikmatan dunia,dan secara jelas menentang nilai islam


Mengapa saya menulis tentang hal ini ?

Karena jujur saja,saya sangat benci ketika orang dengan sengaja menjerumuskan dirinya ke dalam jurang hedonis,secara sengaja bergabung dalam aktivitas bahkan komunitas para hedonis,karena tidak jelas apa hasil & manfaat yang mereka hasilkan dari kegiatan tersebut
Pemuasan hawa nafsu belaka.
Dan melalui tulisan ini saya ingin memberikan sindiran,terutama pada kaum muda untuk sesegera mungkin meninggalkan segala macam bentuk kegiatan yang terkait dengan istilah hedonisme.

Ya , saya pun tidak sepenuhnya lepas dari hal-hal keduniawiaan,tapi setidaknya saya berusaha untuk senantiasa tawadzun dan menjaga hati saya agar tidak menyia-nyiakan masa muda yang bisa dibilang sebagai masa keemasan dalam berkreasi & menggali potensi diri.
Jika masih muda sudah memilih jalur kesenangan tanpa manfaat seperti itu,apa hasil yang akan kalian petik nanti wahai pemuda-yang-menikmati-kesenangan-semu-dari-orangtuamu

Sangat disayangkan ketika melihat banyak sekali,BANYAK,remaja-remaja yang sudah tidak produktif lagi padahal diapun belum menghasilkan apa-apa bahkan untuk dirinya sendiri,senantiasa merasa cukup dengan berkecimpung dalam euphoria keduniawian

SADARLAH !
kalian hidup bukan untuk kepentingan duniawi saja,ada akhirat yang sudah siap menanti amalan kalian,apa peringatan-peringatanNya tidak cukup untuk menghindari hal tersebut ?
Perlukah menunggu hingga semuanya terlambat ?
Perlukah kalian merasakan jilatan api neraka itu ?

Ada 3 faktor yang menurut saya menyebabkan kebanyakan orang terjerumus dalam hedonisme,

1.Agama
Faktor utama,karena sudah jelas kaum hedonis pasti tuli,buta,dan bisu terhadap segala macam peringatanNya,dan tidak bisa peka terhadap agama yang dianutnya,karena memang agama itu tidak penting bagi mereka
Contoh sederhana : mengadakan pesta meriah (bahkan bisa dibilang seperti diskotik) ketika bulan ramadhan,apa kalian pikir bulan Ramadhan hanya "sekedar" bulan ? tidak ada yang lebih indah lagi dibandingkan bulan ramadhan bagi umat Islam jika kalian memang bersyukur,jika kalian MEMANG bersyukur..

2.Ilmu
Orang yang berilmu pasti mampu merasionalkan seluruh tindak-tanduk tindakannya,"Benarkah apa yang aku lakukan ?" , "Apa manfaat jika aku melakukan hal ini ?" ,Seharusnya dialog bawah sadar seperti itu sudah bisa menjadi pedoman hidup bagi orang-orang yang berilmu sehingga hidupnya lebih terarah

3.Kurang perhatian
Merasa dirinya bukan siapa-siapa dalam masyarakatnya,tidak berbuat apa-apa,dan bukan untuk siapa-siapa,dan pada akhirnya orang-orang seperti ini berkumpul dalam suatu wadah yang sama,wadah pemuasan kesenangan belaka.

Saya pun tidak mau munafik,terkadang saya pun masih tidak bisa tawadzun,masih sering terorientasi pada aspek duniawi,tapi setidaknya pencarian jati diri & revolusi diri janganlah disia-siakan dengan memilih bergabung dalam kelompok orang-orang hedonis,karena itu seolah-olah memutuskan harapan untuk masa depan yang cerah

Tulisan ini saya dedikasikan untuk remaja muda (terutama teman saya sendiri) yang masih punya kesempatan untuk memperbaiki diri & sadar bahwa hidupnya berharga,
janganlah menyia-nyiakan hidup karena segala sesuatunya akan dipertanggung jawabkan di akhirat

Saya memang belum banyak memiliki ilmu dan mungkin belum pantas untuk memberikan sindiran seperti ini,tapi setidaknya saya peduli

0 comments:

Post a Comment